Jika Teman Ingin Menambahkan Search Engine Google Seperti Di Bawah Ini Klik di Sini


Search Engine Google
Loading

Kata Kata dan Cara Untuk Menguji Pacar Atau Calon Pendamping Hidup Dalam Segala Hal

Lokasi : Siau Island, Indonesia di :
Pasangan Serasi


S
obat dat-s yang selalu setia, nih ada sedikit tips dari dat-s yang dat-s dapat dari browsing internet, mengenai cara menguji dan mengenali pacar lebih dalam sebelum dijadikan pendamping hidup. Untuk kecerahan hubungan di masa depan ujilah cinta terlebih dahulu. Kalau tidak, sobat hanya mendapatkan “cinta palsu”. Alangkah baiknya sebelum melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius, sobat perlu menguji (cinta) si dia terlebih dahulu.


Menguji cinta

Berikut ini ada cerita menarik tentang bagaimana seorang putri raja menguji cinta tiga pangeran yang melamarnya.

Alkisah, seorang raja perkasa dan terkenal bijak didatangi tiga raja tetangga. Masing-masing raja menawarkan putra mereka agar boleh mempersunting putri sang raja. Tentu Sang Raja tidak mudah memutuskan. Akhirnya, dia memanggil si putri dan meminta dia memutuskan yang terbaik untuk dirinya. Berkat bimbingan penasihat raja, si putri raja membuat satu kontes sederhana, tetapi dampaknya sungguh besar.

Si putri raja meminta setiap pangeran tadi masuk ke sebuah ruangan besar bercat putih bersih. Mereka diminta menghadap satu sisi tembok. Putri raja mengajukan satu permintaan yang sulit diterima yakni, ”Jika pangeran benar-benar mencintai saya, mohon berlari kencang dan tabrakkan diri pangeran ke tembok di depan sana.”

Pangeran pertama langsung menyerah. Membayangkan dia akan benjol dan geger otak, dia mundur dengan teratur.

Pangeran kedua lebih berani. Dia segera ancang-ancang dan berlari sekencang-kencangnya. Namun, menjelang dua meter dari tembok dia berhenti. Dia pilih mengundurkan diri dari kontes ini. Dia merasa si putri raja ini aneh.

Beda dengan pangeran ketiga. Sejak awal dia sudah kenal baik bahwa raja itu terkenal bijak, si putri raja namanya harum sebagai putri yang berbudi luhur. Dia berpikir, “Pasti ini hanya suatu jebakan, tidak mungkin dia akan membinasakan kami. Itu bisa membuat perang”

Dia segera ambil ancang-ancang dan berlari kencang hingga menabrak tembok tadi. Badannya jeblos ke dalam ruangan sebelah. Ternyata tembok itu hanyalah terdiri dari karton tebal yang mirip tembok bata.

Sang putri raja akhirnya berkenan menerima cinta pangeran ketiga karena cintanya telah teruji.

Cinta palsu?

Sobat pada umumnya orang menikah, dibilang karena cinta, tetapi sebenarnya ada beberapa alasan yang lebih kuat mendorong seseorang itu menikah. Alasan itu pada dasarnya bukanlah cinta. Berikut ini beberapa contoh:

  • Orang "terpakas" menikah karena sudah melakukan kecerobohan, ini banyak terjadi pada pasangan anak muda masa kini, dia harus bertanggung jawab atas ulahnya.
  • Ada pula yang menikah karena motif ekonomi, berharap calon pasangannya bisa menjamin masa depannya. Meski dia tahu orang itu lebih pantas menjadi ayah atau ibunya, tetap saja dia ngotot menikah. Sebagian lain karena dijodohkan orangtua.
  • Sebagian lainnya “jatuh cinta” karena sering-sering ketemu, ya akhirnya suka juga. Yang lebih serius, menikah karena berharap pasangannya bisa menjadi pengganti ayah atau ibunya. Jika alasan di atas menjadi motif sobad (akan) menikah, sebaiknya ditunda.

Kenali dengan baik

Sobat, cinta itu tidak buta. Setiap orang yang mau menikah haruslah mengenali, mencermati, dan memahami benar orang yang akan dinikahi atau untuk dijadikan pasangan seumur hidup. Amati sifat, karakter, fisik, kesehatan, intelektual, hobi, latar belakang keluarga, dan sebagainya. Pastikan lebih banyak kesepadanan daripada perbedaannya. Pastikan sobat sobat yakin bisa fit atau tepat dengan calon pasangan sobat.

Sama seperti kisah putri raja di atas, sangat baik sobat menguji kualitas pribadi dan cinta pasangan sobat. Tidak cukup melakukan tes kesehatan. Ujilah kepribadian pasangan sobat dan kualitas hubungan sobat selama berpacaran.

Caranya, temui dan dengarkanlah pendapat penasihat perkawinan. Sangat baik jika sebelumnya sobat berdua mengikuti tes pranikah, alat bantu yang membuat sobat dan pasangan lebih saling mengenal secara obyektif. Meski harus mengeluarkan uang dan waktu yang tidak sedikit, hasil tes itu akan menjadi bekal sobat dan pasangan untuk saling mengenal sebelum memutuskan jadi menikah atau tidak.

Alat “uji” sederhana

Jika belum memungkinkan mengikuti tes pranikah dan bertemu konselor, di bawah ini ada daftar pertanyaan sederhana yang bisa membantu.

Ini tentunya bukan alat tes psikologi, melainkan hanya alat bantu bagi sobat untuk mengevaluasi hubungan dengan calon sobat. dat-s berharap sobat benar-benar menikah dengan orang yang sudah sobat kenal cukup baik sebelum menikah. Ingat: ini hanya brainstorming, silakan pakai mana yang perlu. Sifatnya komprehensif, digunakan selama waktu pacaran (dua tahun) dan bukan dalam satu malam. Gunakan yang dibutuhkan secara bertahap.

Mulailah dengan melingkari angka di bawah ini.

Angka 0 mewakili kualitas yang rendah dan 9 mewakili kualitas yang tinggi

  1. Apakah sobat benar-benar mencintai pasangan sobat? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
  2. Berapa jujur pacar sobat? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
  3. Bertanggungjawabkah dia? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
  4. Apakah dia setia? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
  5. Apakah dia respek kepada orang tuanya? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
  6. Apakah dia baik dalam bergaul? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
  7. Apakah sobat menyukai perangai atau sifatnya? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
  8. Apakah sobat merasa bebas berkomunikasi, terutama mengenai perasaan sobat, dengan pacar sobat? 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

Cobalah diskusikan secara jujur dan terbuka. Evaluasi dengan sungguh-sungguh sudah sejauh mana jalannya relasi sobat dan pasangan. Biasanya pasangan bertemu secara berkala, kadang sekali seminggu, atau ada yang sebulan sekali.

Nah, bicarakan dan diskusikanlah hal-hal di bawah ini. Memang cukup sensitif, tetapi sangat penting untuk dibicarakan secara terbuka dan rasional. sobat bisa menambah atau mengembangkannya.

  1. Apa sih alasan kamu mencintai saya dan memilih saya jadi suami/istrimu?
  2. Apakah kamu merasa kita lebih banyak cocok atau perbedaan selama ini?
  3. Apa yang kamu harapkan dari aku jika sudah menjadi suami/istri nanti?
  4. Menurut kamu, apakah konflik kita masih sehat atau tidak? Apakah hubungan ini baik untuk diteruskan atau tidak demi kebaikan bersama?

Sifat Orang Tua Dan Pacar Sobat

Di samping itu, baik juga menginventarisasi kepribadian pasangan. Memahami kepribadian biasanya bisa tampak dari sebagian sifat orangtua masing-masing. Ambillah waktu untuk membagikan beberapa sifat yang menonjol (plus atau minus) dari ayah dan ibu.

Bisa dimulai dengan melingkari jawaban di bawah ini lalu mendiskusikannya secara terbuka dan hangat. Jangan lupa, sebagian sifat orang tua nempel di kita. Jangan lupa eksplorasi latar belakang, situasi, dan sebagainya. Di antaranya adalah (bisa kalian tambahkan):

  1. Mudah marah
  2. Dominan dan bisa memimpin
  3. Bertanggung jawab
  4. Adil
  5. Pemurung
  6. Suka gugup
  7. Egois
  8. Humoris
  9. Keras kepala
  10. Mudah gaul
  11. Gampang tersinggung
  12. Pemaaf
  13. Suka gosip
  14. Percaya dirinya bagus
  15. Pendendam
  16. Menghargai orang
  17. Aktif berorganisasi
  18. Suka menolong
  19. Bisa dikritik
  20. Sayang pada mama/papa
  21. Sayang anak-anak

Berikutnya, dengan panduan yang sama di atas, diskusikan secara pribadi pendapat sobat tentang sifat pacar, secara bergantian bergantian. Berikan opini dan harapan-harapan sobat. Mungkin ada yang bisa diperbaiki sebelum memasuki pernikahan. Setidaknya bahan diskusi ini bisa dibicarakan selama satu tahun, satu atau dua topik dalam satu bulan.

Kemungkinan terburuk

Beberapa orang biasanya tidak menyiapkan kondisi terburuk dari suatu pernikahan. Padahal, ada banyak kemungkinan buruk terjadi. Meski tidak kita harapkan, tetapi patut kita siapkan. Ada beberapa kondisi yang perlu sobat siapkan lewat beberapa pertanyaan di bawah ini. Memang sifatnya sangat pribadi dan tidak mudah didiskusikan dengan calon sobat. Tetapi, ya dicoba saja. Hal ini sangat baik dibicarakan sebelum menikah.

  1. Apa yang kamu lakukan jika suatu hari setelah kita menikah, aku kecelakaan atau sakit parah dan tidak bisa memberi kebutuhan biologis?
  2. Apa sikap kamu jika setelah menikah sekian lama ternyata kita tidak mendapatkan anak?
  3. Apa pendapat kamu jika suatu saat aku di-PHK dan lama tidak memiliki pekerjaan yang memadai?
  4. Mamaku sudah lama sakit, dia tinggal sendiri. Bagaimana jika akhirnya mama minta tinggal dengan kita?
  5. Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata setelah sekian lama kita menikah ada “orang ketiga” di antara kita?

Penutup

Tulisan ini hanyalah sebagai alat brainstorming atau bahan diskusi awal untuk lebih saling mengenal. Sangat dianjurkan menemui konselor perkawinan atau psikolog yang bisa memberikan psikotes untuk sobat dan pasangan. Dengan demikian, hasilnya lebih afdal dan persiapan menikah lebih baik. Dianjurkan konseling pranikah sedikitnya 4-6 bulan. Lebih panjang persiapan, semoga hasilnya lebih baik.

Demikian sobat solusi serta tips dan trik dari dat-s, semoga bermanfaat. Sukses Selalu ^_^

Sumber : Kompas.com