Jika Teman Ingin Menambahkan Search Engine Google Seperti Di Bawah Ini Klik di Sini


Search Engine Google
Loading

Google Play Menghapus 32 Aplikasi Mengandung Malamware berbahaya

Lokasi : Siau Timur, Indonesia di :
Ilustrasi (Foto: Androidauthority)


W
ah sobat dat-s kita harus lebih berhati-hati lagi nih, perusahaan keamanan memperingatkan para developer untuk waspada soal kode pihak ketiga yang digunakan pada aplikasi besutannya. 


Google sekali lagi memperoleh kecaman atas pendekatan karena membiarkan platform-nya terbuka untuk menerima aplikasi yang terinfeksi malware. Peneliti kemanan di Lookout menemukan 32 aplikasi di Google Pay terinfeksi malware BadNews. Demikian dilansir dari OkeZone.com, Minggu (=21/04=). 

Para ahli keamanan memperingatkan, meskipun memiliki regulasi dan pengawasan yang kuat, namun penjahat asal Eropa Barat dan Amerika Utara masih mencoba mengambil keuntungan dengan menyisipkan malware pada aplikasi. 

Menurut laporan, malware ini secara khusus menyerang pengguna Android di Rusia, Ukraina, Belarus, dan pengguna lain di Eropa Timur. 

Lookout mengakui sulit untuk menghitung angka pasti dari perangkat yang terinfeksi. Korban akan terus bertambah selama Google masih menyediakan aplikasi tersebut. Menurut perkiraan dua hingga sembilan juta aplikasi kali aplikasi yang terinfeksi telah diunduh. 

Malware BadNews menyamar pada aplikasi resep, walpaper, game, dan aplikasi porno. Menurut Lookout, aplikasi yang terinfeksi akan menipu pengguna untuk memasang aplikasi tertentu seperti Skype. Kemudian, mereka mulai mencuri dengan mengirimkan pesan teks ke nomor premium. 

Kejadian ini membuat beberapa perusahaan keamanan prihatin dan mendesak developer untuk berhati-hati menggunakan kode pihak ketiga yang digunakan pada aplikasi besutannya.

Perusahaan keamanan mobile, Lookout, mengumumkan kehadiran keluarga malware baru yang ada di Android yaitu BadNews. Malware baru ini ditemukan di dalam 32 aplikasi dari empat developer berbeda di Google Play. di kutip dari OkeZone.com (=22/04=)

Perusahaan itu melaporkan bahwa aplikasi yang disusupi malware telah diunduh sekira 2 juta hingga 9 juta kali. Sejauh ini diketahui bahwa Google telah menghapus semua aplikasi berbahaya itu dan akun developer yang terhubung dengan 32 aplikasi tersebut juga telah ditangguhkan.

Menurut Lookout, Badnews didistribusikan dan menyamar sebagai jaringan sebuah iklan. “Memasukkan kode berbahaya ke dalam Google Play merupakan tantangan, karena itu kreator Badnews membuat sebuah jaringan iklan sebuah software berbahaya sebagai kedok yang akan mendorong malware ke perangkat yang terinfeksi di kemudian hari agar bisa lolos dari pemeriksaan aplikasi,” jelas Lookout.

Badnews bisa mengirim pesan palsu, bahkan pengguna diminta untuk memasang berbagai apllikasi. Setelah itu, malware tersebut akan mengirim rincian pengguna termasuk nomor telefon dan ID perangkat.

Selain itu, Lookout juga mencatat bahwa Badnews menghadirkan AlphaSMS, yang dikenal sebagai malware penipuan SMS premium ke perangkat yang terinfeksi.

“Badnews merupakan pengembangan signifikasi dalam evolusi malware mobile karena malware itu telah didistribusikan secara luas menggunakan sebuah server untuk menunda aksinya. Jika sebuah aplikasi belum terlibat dalam perilaku berbahaya, sebuah pemeriksaan tentu saja akan menyimpulkan bahwa aplikasi itu aman akrena perilaku software berbahaya-nya belum terjadi,” jelas Lookout.

Nah sobat dat-s kita harus lebih berhati-hati lagi dalam mendownload aplikasi ke dalam smartphone kita sehingga kita bisa terhidar dari namanya malamware.